Header Ads

Website Revolusimental.go.id Telan Rp 140 Miliar, Apakah Wajar?


Laman www.revolusimental.go.id tengah menjadi gunjingan di kalangan netizen tanah air. Gara-garanya beredar kabar situs yang diluncurkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu menelan dana hingga Rp 140 miliar.  

Kabar soal penggunaan dana itu memang masih butuh diverfifikasi. Hingga kini pihak Kemenko PMK masih sulit dimintai konfirmasi.
Namun, seandainya kabar itu benar, wajarkah dana sebesar itu untuk sebuah situs web pemerintah?

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi, dana pembuatan situs yang mencapai seratusan miliar perlu dilihat secara lebih rinci. Apa saja yang ada di belakang situs tersebut, kegunaan, atau manfaatnya. 

Misalkan, perlu dilihat ongkos untuk pembangunan infrastruktur, berapa harga sewa jaringannya, optik siber, dan desainnya. Bisa juga dilihat dari berapa banyak yang menjalankan, komputer yang dipakai, dan siapa saja orang-orang ahli di belakangnya.

Menurut Heru, biasanya situs web yang menghabiskan dana besar adalah situs yang membutuhkan keseriusan tinggi seperti situs bank. Situs yang menelan dana ratusan juta hingga miliaran rupiah biasanya tidak mudah bermasalah.
Karenanya, ia menilai tidak wajar jika benar situs www.revolusimental.co.id menghabiskan dana sebesar itu, langsung mengalami masalah setelah dua hari diluncurkan. 

“Kalau untuk harga 149 M (miliar) tapi error karena banyak yang membuka itu tidak wajar. Karena harga 149 M itu termasuk banyak untuk pembuatan suatu situs dan pasti segala sesuatunya sudah ditata dengan baik. Kecuali kalo situs ini diserang hacker,” kata Heru saat dihubungi ROL, Rabu (26/8).

Dikabarkan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani meluncurkan situs web Gerakan Nasional Revolusi Mental dengan alamat www.revolusimental.go.id di Jakarta, Senin (26/8). Situs itu disebut-sebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun anggaran 2015. 

Situs menggunakan domain pemerintah ".go.id" ini sejalan dengan jargon dan visi pemerintahan Presiden Joko Widodo, yaitu revolusi mental. Saat ROL mengunjunginya pada Rabu (26/8) sore, situs ini sudah tidak bisa diakses. 

No comments

Powered by Blogger.