Header Ads

Potensi Religi Kota Kediri

POTENSI RELIGI KOTA KEDIRI


Berikut 5 tempat wisata religi di Kota Kediri, sayang untuk dilewatkan. Tentu saja tujuannya agar manusia tidak hanya ingat dengan gemerlapan dunia, namun juga ingat dengan kodratnya sebagai manusia. Menuruti gemerlapan dunia akan membuat manusia lupa dan lebih banyak menuntut. 

1. Masjid Agung Kota Kediri

Potensi Religi Kota Kediri
Masjid Agung
     Masjid Agung Kota Kediri, adalah Masjid yang di didirikan pertama kali pada tahun 1771 Masehi, itu menurut Prasasti pertama yang diukir dalam kayu jati. Namun, menurut Prasasti kedua yang diukir dengan kayu, Masjid Agung Kota Kediri dibangun pada tahun 1261 pada kalender Hijriah atau pada tahun 1841 pada kalender Masehi. 

     Karena bangunan sudah rusak maka, diadakan perbaikan/ penyegaran pada tahun 1347 pada kalender Hijriah atau pada tahun 1928 pada kalender Masehi1347 1928 M  Masjid ini berlokasi di Jl.Panglima Sudirman, tepat di depan Alun- alun kota Kediri, dan berdampingan dengan Kantor Bupati Kediri. Hingga sampai sekarang, Bangunan Masjid Agung Kota Kediri masih berdiri kokoh setelah penyegaran pada tahun 1928. Selain untuk Ibadah, tempat ini juga untuk acara- acara penting lainnya, seperti ijab qobul, dan lain-lain. Para wisatawan Kediri pun juga sering mampir ke Masjid ini walau sekedar untuk melepas lelah, setelah sekian lama mengelilingi Kota Kediri yang luas ini.

2. Masjid Aulia Setono Gedong

Potensi Religi Kota Kediri
Setono Gedong
        Masjid Aulia Setono Gedong, dicapai melalui sebuah gang yang cukup besar di Jl. Doho, Kediri, yang letak dan arahnya berseberangan dengan jalan simpang yang menuju ke arah Stasiun Kereta Api Kediri. Di dekat situs ini juga terdapat kompleks makam keramat yang banyak dikunjungi peziarah.Sebelum masuk ke kompleks Masjid Setono Gedong, terdapat sebuah gapura yang tidak begitu tinggi namun sangat tebal dindingnya, yang konon sebelumnya merupakan gapura sebuah candi. Sebuah sumber mengatakan bahwa beberapa pihak telah berupaya untuk mempertahankan gapura itu, namun sayang tidak berhasil. Masih beruntung bahwa gapura candi itu tidak dihancurkan, namun hanya dilapis semen sehingga bentuknya pun berubah seperti sekarang ini.

Potensi Religi Kota Kediri
Setono Gedong
       Makam Syeh Sulaiman Syamsudin al-Wasil atau Syeh Ali Syamsu Zain yang dikabarkan sebagai Waliyullah, yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Wasil. Banyak yang tidak menyangka kalau di tengah pusat perbelanjaan tersebut terdapat makam yang menjadi salah satu wisata religi terkenal. Letaknya di tengah pemakaman umum lingkungan Setono Gedong di belakang Masjid Aulia. Tidak sulit untuk menuju ke lokasi makam karena cukup dengan berjalan kaki sekitar 100 meter ke arah barat melalui gang yang cukup lebar di tengah Jl. Dhoho.
Makam Mbah Wasil sebelum tahun 2003 belum masuk ke dalam rangkaian wisata religi di Jawa. Meski begitu makam Mbah Wasil sudah ramai dikunjungi peziarah yang mengetahui keberadaan makam tersebut dari mulut ke mulut. Tahun 2003 makam Mbah Wasil dipugar dan selanjutnya tahun 2007 dibuka menjadi tempat wisata religi pada masa pemerintahan walikota H.A Maschut.

3. Menara Asmaul Husna Menara Islam Tertinggi di ndonesia

Potensi Religi Kota Kediri
Menara Asmaul Husna Kediri (Malam Hari)
        MENARA MASJID ISLAM ASMAULHUSNA adalah salah satu fasilitas pondok pesantren LDII “Wali Barokah” Kediri. Sesuai dengan namanya menara ini tingginya 99 (sembilan puluh sembilan) meter dengan kubah / mahkota berlapis emas seberat 60 kg. Menara Asmaulhusna dapat dilihat dari berbagai pelosok kota Kediri. Sebaliknya jamaah Muslim dapat melihat seluruh penjuru kota Kediri dari ketinggian setiap balkon menara. 

      Menara Asmaulhusna saat ini tercatat sebagai menara Islam tertinggi di Indonesia dan telah menjadi ikon (landmark) Kota Kediri yang sangat menonjol dan indah. Bandingkan dengan Monas Jakarta yang tingginya 132 meter (433 ft). Secara filosofi Menara Asmaulhusna merupakan identitas LDII dan simbol KEBESARAN dan KEBENARAN QUR'AN HADIST yang dibawa oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia.


Potensi Religi Kota Kediri
Konstruksi Menara Asmaul Husna
         Menara Asmaulhusna berdiri di sebelah utara Masjid Baitul 'Ala dan sebelah barat gedung asrama putri Ponpes Wali Barokah Burengan Kediri. Menara ini dirancang oleh Tim Perencanaan Ponpes Wali Barokah yang dipimpim oleh H. Nurdin dan mengambil asosiasi bentuk menara Masjidil Haram di Mekah. Monumen yang juga menjadi kebanggaan jamaah LDII ini memiliki 2 lantai sebagai struktur base / dasar, 5 ruas yang menonjol keluar menjadi teras dan 2 balkon yaitu teras yang beratap. Dengan biaya Rp 15,8 milyar pembangunan konstruksi Menara Asmaulhusna dimulai bulan Juli tahun 2000 dan selesai September 2003. Pada tanggal 23 Januari 2009 Menara Asmaulhusna diresmikan oleh Wapres RI Muhammad Yusuf Kalla.

4. Pondok Pesantren Lirboyo

Pesantren Lirboyo
        Salah satu pondok pesantren yang terkenal dan terbesar di kota kediri adalah Pondok Pesantren Lirboyo . Lirboyo adalah nama sebuah desa yang terletak di Kecamatan Mojoroto Kotamadya Kediri Jawa Timur. Di desa inilah telah berdiri hunian atau pondokan para santri yang dikenal dengan sebutan Pondok Pesantren Lirboyo.  Berdiri pada tahun 1910 M. Diprakarsai oleh Kyai Sholeh, seorang yang Alim dari desa Banjarmelati dan dirintis oleh salah satu menantunya yang bernama KH. Abdul  Karim, seorang yang Alim berasal dari Magelang Jawa Tengah.

Potensi Religi Kota Kediri
Pondok Pesantren Lirboyo
      Konon ketika pertama kali kyai Abdul Karim menetap di Lirboyo, tanah tersebut diadzani, saat itu juga semalaman penduduk Lirboyo tidak bisa tidur karena perpindahan makhluk halus yang lari tunggang langgang Tiga puluh lima hari setelah menempati tanah tersebut, beliau mendirikan surau mungil nan sederhana.






5. Makam dan Situs Bersejarah Sunan Geseng

 
Potensi Religi Kota Kediri
Situs Bersejarah Sunan Geseng
    Makam Sunan Geseng terletak di Dukuh Suro, Desa Seren, Kecamatan Sulang. Makam tersebut hingga saat ini kerap didatangi para peziarah baik dari dalam maupun luar kota Rembang. Umumnya mereka yang datang ke tempat tersebut berharap mendapatkan berkah dari sang sunan melalui ranting kering atau daun kering pohon jati yang berdiri di dekat makam.

     Di komplek makam Sunan Geseng berdiri kokoh pohon jati raksasa. Pohon itu sangat dikeramatkan. Konon, ranting dan daun keringnya bisa mendatangkan berkah yang tiada terkira.
Umur pohon itu diperkirakan sudah mencapai ratusan tahun. Sejauh ini warga tidak ada yang tahu pasti kapan pohon jati itu mulai tumbuh. Menurut cerita yang beredar di masyarakat setempat, pohon jati itu mula-mula sudah ada di dekat makam Sunan Geseng.

         Seluruh bagian dari pohon Jati tersebut dipercaya warga sebagai sesuatu yang keramat. Seperti ranting kering dan daun kuning yang jatuh pun oleh warga dianggap mempunyai tuah. Kepercayan itu bermula dari keanehan yang terjadi selama ini.

Follow Blog Orang IT dan Like FansPage Helmykkediricomp serta untuk Donasi kepada Admin jangan lupa klik iklan yang ada di blog ini sekian dan terimakasih  




No comments

Powered by Blogger.