Header Ads

Makanan Tidak Hanya Memengaruhi Kesehatan, tapi juga Wajah


KEBAJIKAN ( De 德 ) Makanan tidak hanya memengaruhi kesehatan, tetapi juga akan membuat perubahan besar pada raut wajah.(Fotolia)

Banyak orang suka makan junk food, jika terlalu sering atau berlebihan mengonsumsi makanan seperti ini, tidak hanya memengaruhi kesehatan dan berat badan, tetapi juga akan memicu kerusakan pada kulit, dan membuat wajah Anda mengalami perubahan drastis.

Nigma Talib, seorang dokter naturopati dan spesialis kulit yang terkenal dari London, Inggris, seperti dilansir cosmopolitan.com menjelaskan secara rinci terkait bagaimana junk food atau makanan tidak sehat itu memicu kerusakan kulit. Ia tidak hanya bisa menyebutkan makanan apa saja yang banyak dikonsumsi oleh seseorang berdasarkan warna atau tekstur kulit masing-masing individu, tapi juga bisa memberi nama atau istilah pada wajah-wajah yang tidak sehat. Misalnya, minum terlalu banyak konsumsi alkohol dinamakan “wajah wine”, atau “wajah susu” jika berlebihan mengonsumsi susu olahan dan sebagainya. Selain itu, ia juga menawarkan berbagai solusi untuk membantu Anda mendapatkan kulit dan wajah yang sehat.

Nigma membagi beberapa tipe wajah berikut yang menunjukkan kelebihan makanan atau minuman tertentu.

1. “Wajah wine”


 Sebagaimana kita ketahui, ada banyak manfaat dari minum red wine atau anggur merah jika dikonsumsi dalam jumlah moderat. Tapi, jika minum terlalu banyak, akan berdampak buruk pada wajah. adapun gejalanya meliputi : noda di gigi, kulit di antara dua alis memerah dan muncul garis-garis halus dan kerutan dini, kelopak mata turun, kulit dehidrasi, pori-pori membesar, warna kulit kemerahan, dan lipatan nasolabial atau garis kerut di sekitar mulut tampak mendalam.

Red wine atau anggur merah selain mengandung banyak gula, juga berpotensi mengandung pestisida dan sulfite, yang dapat menyebabkan dehidrasi. Jika tubuh kekurangan cairan, organ hati akan bekerja ekstra keras, sistem pencernaan juga bisa “rusak” dua hari kemudian seusai konsumsi alkohol yang berlebihan, membuat kulit melipat dan kendur, wajah juga memerah. Lebih fatalnya lagi, dampak jangka pendek akibat banyak mengonsumsi alkohol : bakteri baik di usus akan terganggu, sehingga berpotensi patogen, dan menyebabkan penyakit. Jadi, meskipun hanya minum beberapa kali seminggu, namun, minum segelas kecil juga berisiko, ungkap dr. Thalib menjelaskan.

Solusi dari dokter Thalib atas “wajah wine” ini adalah jauhi minuman alokohol tiga minggu, kemudian ikuti “prinsip 80:20”, artinya Anda boleh minum satu atau dua gelas wine yang dihitung sebagai 20% dari kehidupan Anda. Setelah itu Anda harus sepenuhnya menjauhkan 80%-nya dari kehidupan Anda.

2. “Wajah susu”  


Gejalanya meliputi kelopak mata bengkak, muncul kantung mata, ada area gelap di bawah mata, jerawat dan noda di wajah, pipi pucat, dan jerawat terkonsentrasi di dagu.

Anda mungkin ingin menambahkan sejumlah susu dalam kopi atau menambahkan sesendok es krim pada sundae Anda, tetapi dokter memperingatkan bahwa ini juga akan merusak kulit secara serius. Seiring dengan bertambahnya usia, Anda akan kehilangan enzim pencerna laktosa secara bertahap, yang menyebabkan peradangan di seluruh tubuh, termasuk wajah sehigga menyebabkan tubuh lelah dan kemerahan, dokter Thalib menjelaskan.

Jika mulai muncul bengkak pada wajah dan Anda selalu merasa lelah dan mengantuk, serta kulit Anda terlihat kusam, Thalib merekomendasikan sebaiknya Anda berhenti minum produk olahan susu selama beberapa minggu dan Anda akan melihat perbedaan yang mencolok antara saat Anda masih minum susu dengan ketika Anda berhenti mengonsumsinya.

3. “Wajah gula”  


Gejalanya meliputi munculnya garis dan kerutan di dahi, kendur di bawah mata, noda di segenap wajah, berjerawat, wajah kusam, kulit menjadi tipis, warna kulit pucat atau gelap keabu-abuan.

Bukan rahasia lagi bahwa mengonsumsi gula terlalu banyak dapat mendatangkan masalah pada berat badan Anda, energi, dan kesehatan secara keseluruhan. Juga dapat mengacaun kulit Anda. Gula menyebabkan glycation, sebuah proses di mana molekul glukosa yang berlebih melekat pada kolagen penentu kekenyalan kulit Anda, sementara kolagen adalah unsur utama yang membuat kulit menjadi halus elastis.

“Jika Anda benar-benar ingin kulit tampak menakjubkan dan bosan melihat garis-garis halus di wajah, maka sebisa mungkin hindari asupan gula, karena gula tidak ada gizinya sama sekali, tapi, tentu saja, tidak akan terlalu berdampak buruk jika sesekali makan sedikit,” Talib menambahkan. Salam kebajikan (Sumber)

No comments

Powered by Blogger.