Header Ads

Kenapa kita tidak membuat buku pelajaran sendiri?

Untuk mengajar tentu kita membutuhkan buku sumber. Biasanya kita menggunakan buku pelajaran dari penerbit tertentu yang sudah berlangganan dengan sekolah. Atau menggunakan buku BSE misalnya. Setiap tahun ajaran baru kita akan diminta untuk merekomendasikan buku dari penerbit tertentu yang nantinya akan kita gunakan sebagai buku sumber, sekaligus buku pegangan belajar siswa. Dan setiap tahun pula kita menemukan bahasan yang sama, jika kita menggunakan buku yang sama dari penerbit yang sama. Biasanya penerbit hanya merevisi layout buku plus cover yang sedikit berbeda, tapi materinya masih sama. Padahal kita sering menemukan materi yang kurang, atau tidak lengkap dari buku sumber. Untuk melengkapinya kita menggunakan buku pelajaran dari penerbit lainya, yang kita sebut sebagai buku pendukng atau buku suplemen. Pertanyaanya, kenapa kita tidak membuat buku pelajaran sendiri?

Untuk membuat buku pelajaran yang kita ampu, rasanya tidak terlalu sulit. Jikapun sulit, kita tinggal mengikuti buku dari penerbit tertetnu, kemudian kita tambahkan materi-materi tambahan untuk melengkapinya. Tentu kita tidak boleh menjiplak, kita hanya mengikuti runtutan materinya saja. Saya pikir, mengajar dengan buku yang kita buat sendiri akan lebih nyaman dan kita tahu benar materi-materi yang akan kita ajarkan. 

Saya merasakan benar dengan buku tik yang saya buat sendiri, saya bisa mengajar dengan lebih nyaman tanpa harus mengernyitkan dahi terlebih dahulu agar mengerti maksud dari materi buku.

Keuntungan lainya, kita bisa lebih mudah merevisi jika ada materi yang belum lengkap. Kita bisa memperbaikinya terus menerus sampai buku tersebut benar-benar lengkap. Memang pekerjaan membereskan administrasi guru kadang membuat kita seperti mati ide untuk melakukan pekerjaan kreatif semacam membuat buku pelajaran sendiri tersebut. Tapi percayalah dengan membuat buku sendiri, kita telah menujukan diri sebagai guru yang kreatif dan produktif.

No comments

Powered by Blogger.