Header Ads

Mau Jadi Apa Setelah Lulus Kuliah? (Tips anti nganggur)

Gambar greenvation.blogspot.com
Mau Jadi Apa Setelah Lulus Kuliah? Pertanyaan semacam ini ditujukan kepada mahasiswa semester akhir, yang sebentar lagi akan keluar kampus dengan label gelar akademik dibelakang namanya. Topik Mau Jadi Apa Setelah Lulus Kuliah? sebenarnya sudah dibahas oleh Pak Romy founder Brainmatic dan personal blog romisatrawahono.net. Tapi pertanyaan Mau Jadi Apa Setelah Lulus Kuliah? juga sangat menarik bagi saya, dan saya ingin memberi jawaban atas pertanyaan tersebut dengan perspektif yang berbeda dengan topik sejenis dari penulis yang sangat populer di kalangan mahasiswa komputer tersebut.

Mau Jadi Apa Setelah Lulus Kuliah? Apakah mau jadi pengusaha? Apakah mau jadi pekerja profesional sesuai gelar akademik? Atau bekerja dimana saja yang penting gajinya besar?

Ketika lulus kuliah, sebenarnya si mahasiswa dihadapkan pada ujian yang sebenarnya. Bukan ujian tengah atau akhir semester, atau sidang skripsi yang bisa dijawab dengan beberapa jawaban saja. Ketika lulus kuliah, si mahasiswa harus cepat mengambil keputusan, bekerja, bisnis, atau nganggur. Tiga keputusan tersebut akan menentukan nilai akhir dari 4 tahun menimba ilmu di bangku kuliah.

Jika keputusanya memilih bekerja, maka pertanyaanya dimana dia akan bekerja, dan apa pekerjaanya? Idelanya tentu, bekerja di perusahaan besar dengan jabatan tertentu sesuai gelar akademiknya. Tapi, pertanyaan berikutnya siapkah dengan persaingan di bursa kerja? Di bursa kerja perusahaan besar akan ada antrian panjang"fresh graduate" dan expert. Jika sainganya cuma "fresh graduate" cuma sedikit masalah, anggap saja UTS atau UAS. Tapi jiak sainganya expert? Ujung-ujungany si mahasiswa akan memilih pekerjaan apa saja yang penting "bekerja" alias tidak nganggur. Syukur-syukur gajinya gede.

Jika keputusanya berbisnis alias menjadi pengusaha, maka pertanyaanya siapkah dengan modal? Siapkah dengan strategi mendapatkan modal dan peluang pasar yang mungkin tidak didapatkanya di kampus? Syukur-syukur si mahasiswa adalah anak orang kaya, jadi tidak ada masalah ketika memilih jadi pengusaha, karena kucuran modal siap dari orangtuanya. 


Menjadi pekerja atau pebisnis, dua pilihan yang harus di lakukan. Dan tidak bisa memilih satu diantara keduanya, maka kemungkinan pilihan ketiga tak terelakan, yaitu menganggur. Jika pilihan ketiga yang terpaksa di pilih, maka itu sama dengan kiamat akademis (leb@y). Maksudnya, percuma saja kuliah menghambiskan banyak biaya dan waktu selama kurang lebih empat tahun kalau ujung-ujungnya nganggur. 

Lalu, apa yang harus di lakukan agar tidak mendapati pilihan ketiga?

Kuncinya siap-siap payung sebelum hujan. Artinya, menyiapkan segala sesuatunya sebelum lulus kuliah. Bukan cuma fokus pada mata kuliah untuk mendapatkan nilai A, dan IP cumlaude. Percuma saja nilai A dan IP istimewa jika ujun-ujungnya tragis. Nilai A dan IP hanya akan membawa si mahasiswa menjadi pesuruh profesional, yang disuruh mengerjakan pekerjaan sesuai spesialis akademiknya, di bayar mahal dan sudah.  Tapi, buatlah strategi agar setelah lulus tidak menjadi pekerja sekalipun labelnya profesional dan bergaji tinggi.

Mulailah merintis usaha sejak semester 6, usaha apa saja, syukur-syukur sesuai bidang akademik yang dipelajari. Modalnya? Modal bisa di dapat dari freelance, ada banyak pekerjaan paruh waktu buat mahasiswa, jika kesulitan cari di internet. Atau dengan menyisihkan sisa uang kuliah untuk membeli mesin produksi atau alat-alat yang dibutuhkan untuk usaha anda nantinya, satu persatu beli alat tersebut. Sesudahnya mulai membidik tempat, jika tidak ada, mulailah dari rumah kostan anda. Mulailah membangun pasar lewat mulut teman baik anda, lewat tulisan anda di blog, lewat kicauan di tweeter, atau posting facebook dan seterusnya. Ketika memasuki semester 7, anda sudah mempunyai satu usaha kecil yang sudah berjalan dan tinggal mengoptimalkanya, kelola dengan serius dan perluas pasar dan link, di semester 8 usaha kecil anda sudah jadi dan termenejerial dengan baik. Dan setelah lulus kuliah, anda sudah tinggal mengisi kantor baru, dan siap merekrut karyawan.

Mudah bukan? Sepertinya mudah, jika anda mau berusaha dengan serius. Carilah jenis usaha yang sesuai dan bisa anda lakukan, cari referensinya di internet. Tapi akan terasa sulit, jika anda tidak mau bekerja keras dan menyerah ketika gagal. Selamat mencoba!






No comments

Powered by Blogger.