Header Ads

Web Sekolah dan Pengelolaanya

Web Sekolah dan Pengelolaanya
Ketika internet masuk ke sekolah dengan mudah melalui piranti wifi atau usb modem, banyak sekolah yang sadar tentang pentingnya website sekolah. Lalu mereka pun membuat website sekolahnya. Tapi setelah website sekolah tersebut dibuat, ternyata tidak dikelola. Akhirnya website sekolah yang semestinya menjadi pusat informasi sekolah secara online ternyata malah tidak berarti apa-apa selain informasi profil sekolah, itu pun tidak pernah diperbarui. Kalau sudah begini, untuk apa website sekolah?

Silahkan klik untuk menavigasi sub bahasan artikel:
1. Fungsi website sekolah
2. Pengelolaan website sekolah
3. Contoh kasus pengelolaan website sekolah
5. Bahan untuk konten website sekolah

Fungsi website sekolah
Secara umum fungsi website sekolah tak lain untuk mempublikasikan informasi sekolah kepada masyarakat luas, terutama para wali siswa, secara online. Informasi tersebut meliputi seluruh aktivitas sekolah, akademik, e-learning, dan lainnya. Baca lebih lanjut tentang fungsi website sekolah pada tulisan saya; manfaat website sekolah.

Dengan pentingnya fungsi website sekolah tersebut, maka tidak heran banyak sekolah yang mempertimbangkan untuk segera membuat website sekolah, entah dibuat mandiri oleh guru, atau menggunakan jasa pembuatan website sekolah. Pun dengan Litbang Kemdikbud yang merilis CMS Balitbang, sebuah platform open source untuk website sekolah. Dengan CMS Balitbang tersebut diharapkan semua sekolah memiliki website.

Pengelolaan website sekolah
Melihat betapa pentingnya fungsi website sekolah, maka keberadaan website sekolah semestinya disertai dengan pengelolaan yang baik. Sebab sebuah website akan berfungsi dengan baik jika dikelola dengan baik pula. Dan untuk mengelola website sekolah ini diperlukan tim pengelola. Tim pengelola tersebut bisa melibatkan semua civitas sekolah, baik guru, tenaga kependidikan, kepa sekolah, dan siswa.
WEB SEKOLAH DAN PENGELOLAANYA
Dalam struktur pengelolaan web, ada yang disebut dengan hak akses. Hak akses ini merupakan batasan bagi level user dalam mengelola web.
  1. Admin, adalah orang yang menangani hal-hal teknis web, biasanya admin adalah orang yang membuat web. Admin inilah yang bertugas melakukan perubahan layout, tampilan, dan maintenance web.
  2. Editor, sesuai namanya seorang editor berfungsi melakukan pengecekan dan pengeditan terhadap tulisan atau konten web. Hak aksesnya biasanya post dan page.
  3. Author, user yang diberi hak akses hanya untuk mengisi konten saja.
  4. Kontributor, user yang diberi hak akses untuk berkontribusi mengisi konten, sama dengan author tetapi tidak termasuk kedalam struktur pengelola web, biasanya hanya sebagai penyumbang naskah saja.
Dengan level user diatas, pada praktik pengelolaanya semestinya ada tim redaksi yang mengelola penerbitan website sekolah tersebut. Tim redaksi inilah yang menyiapkan konten website, mengatur penjadwalan penerbitan, menyiapkan topik, reportase, dan lain sebagainya. Tentu tim redaksi yang dibuat tidak mesti seideal tim redaksi dalam penerbitan media konvensional, karena yang terlibat dalam tim ini civitas akademik yang masing-masing mempunyai kesibukan dalam tugas akademik masing-masing, jadi cukup tim redaksi sederhana saja.

Untuk referensi bagaimana job des dari sebuah tim redaksi, bisa dilihat dalam format pdf. Silahkan download untuk melihat job des tim redaksi.

Contoh kasus pengelolaan web sekolah
Tips mengelola website sekolah
Sekolah kejuruan A telah membuat sebuah website sekolah, dalam pengelolaanya mereka membuat tim kecil yang disebut tim redaksi web sekolah. Dalam tim tersebut dibuat struktur pengelolaan, yang terdiri dari administrator web, bagian editor, dan author.

Administrator dipegang oleh Guru produktif yang kebetulan web depelovment dari web sekolah tersebut. Bagian editor dipegang oleh beberapa guru bahasa. Sedangkan Author dipegang oleh semua guru. Diluar itu ada kontributor, ini diserahkan kepada perwakilan siswa sebagai penanggungjawabnya.

Setiap dua minggu sekali tim redaksi ini berkumpul dalam rapat redaksi untuk membicarakan jadwal penerbitan, topik artikel, informasi terbaru, even sekolah, karya siswa yang mau dipublikasikan, photo dan video kegiatan sekolah yang mau dipublikasikan, menanyakan kepada guru tentang kegiatan rportasi siswa dan lain-lainnya.

Setelah rapat kecil itu, mulailah bagian editor mengumpulkan dan melakukan pengecekan artikel-artikel yang berhasil dikumpulkan dari masing-masing guru (author), dan siswa (contributor).

Setelah semua artikel selesai diperiksa (edit), tim editor kemudian mempersilahkan semua guru (author) dan siswa (contributor) untuk mengupload artikelnya kedalam website sekolah melalui hak akses masing-masing. Tentu publikasinya dilaksanakan secara terjadwal, sesuai jadwal penerbitan yang disepakati pada rapat redaksi sebelumnya.

Demikian tim redakis ini bekerja disela-sela KBM, dan kegiatan sekolah lainnya. Berkumpul secara berkala, dan melakukan kegiatan jurnalis lainnya dilingkungan sekolah bersama guru lainnya dan siswa tentunya, kemudian melakukan penerbitan setiap dua minggu sekali.

Bahan untuk konten web sekolah
Konten web sekolah bisa berisi informasi terbaru dari kegiatan sekolah, maupun kegiatan akademik. Artikel atau tulisan bisa diperoleh dari masing-masing guru dan tenaga kependidikan lainnya. Reportase bisa diperoleh dari kegiatan belajar siswa, atau dari eskul, lebih bagus lagi kalau ada eskul jurnalistik.

Skema sumber informasi untuk bahan website sekolah
  • Dari kepala sekolah
  • Dari bid. akademik/kurikulum
  • Dari bid. kesiswaan
  • Dari ka. program
  • Dari ka. bengkel
  • Dari ka. lab
  • Dari guru
  • Dari siswa
  • Dari bid. tata usaha dan tenaga kependidikan lainnya

No comments

Powered by Blogger.